Catatan Gado Gado

Udah lama buanget nggak posting.

Sejujurnya, karena aku lagi patah hati. Ini yang kesekian kalinya gagal. Dan saya memutuskan sementara untuk nggak nyari pacar, dan fokus dengan kehidupanku sendiri. Ternyata banyak sekali “pekerjaan rumah” dalam hidupku yang harus kubereskan satu persatu. Dan saya ngga mau nambahin beban berupa pencarian cinta sejati…. Nanti, akan ada masanya waktu pencarian itu tiba. Aku percaya itu.

Selain fokus dengan hidupku, aku juga pengen mewujudkan cita-citaku yang masih tertunda. Selama aku pacaran, porsi energi untuk mewujudkan impian berkurang. Saat ini, aku pikir saat yang tepat untuk membangun energi untuk meraih kembali.

Ok. Cukup basa basinya.

Aku banyak sekali punya planning. Aku baru aja punya hobi baru, menyulam dan menjahit bikin tas mungil yang lucu-lucu. Dan ada kegiatan baru yang aku coba akhir-akhir ini.

Main skatebord! Yes, aku gila. Disaat orang lain seumuranku merintis karir dan menyiapkan masa depan, aku belajar skateboard-an. Kurang kerjaan apakah aku ini ?

Jangkrik!

Malahnya, aku bosan dengan kehidupan yang begini-begini aja. Aku bukan wanita yang doyan party, arisan sambil ngobrolin gaya hidup, nggak suka ke mall, ngopi-ngopi cantik, duduk sunsetan, atau sekedar nonton filem di bisokop. Aku orang yang pratikal, aku suka bergerak, dan aku juga tipe suka menyendiri. Aku juga nggak terlalu peduli dengan penampilan, dan beberapa aturan mengenai perwanitaan.

Maksudku, misalkan sori nih yaaa para wanita, menjadi wanita karir. Siapa yang nggak suka jadi wanita karir ? Dari penampilannya yang menunjukkan kecerdasan yang ia milikki, dari pembicaraan yang menunjukkan pengetahuan-pengetahuan yang mendalam, dan juga kehidupannya yang super modern.

Aku?

Siapa?

Iyaaaaa, aku!

Aku pernah memimpikan hal beginian, menjadi wanita modern jaman sekarang.

Tapi sumpah, aku nggak bisa menjalaninya. Sebagai orang yang punya karakter ugal-ugalan dan cengengesan serta apa adanya, aku merasa tertekan. Aku pernah bekerja jadi admin yang mengharuskan kami ini berdandan formal. Dan aku yang paling tidak mampu. Momen hidupku yang paling tidak bahagia, paling tertekan, menjalani hidup yang bukan aku banget.

Dan sekarang, pekerjaanku lebih praktikal. Aku bisa memakai celana pendek, dan kaus tanpa lengan, nggak perlu pake make upsekaligus sandal jepit. Dan aku beruntung banget punya bos yang nggak komplain soal penampilanku. Dia bebas aja bahkan meeting pun dia nggak keberatan, tapi aku biasanya yang nyadar diri, pake celana panjang, sepatu ama kemeja atau kaus berlengan pendek, wangi dan rapi.

Tapi seperti biasa, orang akan melihat segala sesuatunya lewat penampilan. Nggak usah dipungkiri, nggak usah mangkir. Kan cewek suka gengsi-gegsi gitu. Bullshit kalo kita nggak liat penampilan seseorang. Misal, ada seorang yang berpakain mini, berdiri dipinggir jalan, jam 11 malem. Apa yang ada dipikiran kebanyakan orang-orang? Ya nganu… padahal sebenarnya dia adalah cewek yang menunggu dijemput ayahnya sepulang acara pesta ulang tahun kawannya.

Aku sadar aja, kalo orang juga menganggapku cewek kampungan yang nggak ngerti mode, etika ketimuran mati, kurang kerjaan, dan buang-buang waktu dengan melakukan hal yang kekanak-kanakan…

Atau ada orang yang selalu bilang bahwa aku nggak mau berusaha untuk berubah, tidak mau berjuang, tidak mau mengubah hidup dan nasib. Gampang menyerah.

Aku nggak marah sama sekali.

Karena ada beberapa hal yang aku percaya dalam kehidupan ini.

Aku percaya bahwa menjadi wanita tidak harus selalu sesuai dengan konsep-konsep kewanitaan ditanamkan selama ini. Maksudku, konsep wanita modern adalah, cantik, lemah lembut, cerdas, karir, dan kuat…

Buatku itu hanya sebuah konsep. Dan buatku, siapa saja berhak kok menjadi wanita yang seperti apa. Nggak masalah kalo cewek nggak suak masak, dan lebih seneng cari duit, suka jadi cewek yang selalu anggun, dan seksi, atau seperti aku yang suka norak-norak bergembira. Dan siapapun kalian tidak akan mengurangi nilai kita sebagai wanita. Belajar skatebord padahal udah bangkotan.

Wanita diumurku konsepnya adalah lebih serius memikirkan masa depan. Itu memangbetul, toh nggak setiap detik kita mesti mikir masa depan. Kita memang ngga 24 jam mikirin masa depan. Dan masa depan yang sudah direncanakan, belum tentu terjadi. Mikirin jodoh ? Aku nggak tiap 24 jam nikirin jodoh, nggak mikirin nyari jodoh. So, banyak waktu yang tersisa buat apa kalo nggak bersenang-senang.

Buatku belajar adalah bersenang-senang. Belajar menjahit,belajar nari, belajar skateboard, sepatu roda, dan buat aku jelas bermanfaat. Karena aku orang praktikal, aku belajar tentang keseimbangan, melatih kekuatan otot paha, control otot-otot, melatih kelincahan kaki dan badan…

Jadi buat kalian yang pernah kepikiran sama seperti saya, jangan merasa bersalah untuk bersenang-senang meskipun kegiatan itu rada kekanak-kanakan meskipun kalian adalah wanita karir yang super sibuk. Pakailah waktu senggang untuk melakukan sesuatu yang secara pribadi kalian suka. Its fo fun, mewarnai, menggambar, bermain puzzle. Merasakan sensasi masa kecil. Its just for fun, dan itu tidak akan mengurangi nilai kalian sebagai seorang wanita…

Curhat Manjah

Aku merasa wagu sebenarnya bikin blog beginian.

Pertama, karena aku sering sambat sebut. Hampir tiap tulisanku isine guru ngunu kui tok. Gak enek sek nyenengke rek. Kadang yo isine gur mbajing-mbajingke liyan. Ya asu lah!

Akhir-akhir ini aku agak tempramen. Aku sadar diri banget, kalo aku itu radak tempramen. Tapi nggak sampek mbanting barang-barang. Cumak sikapku kasar, dan omonganku ra karuan… dan iku sik bikin nlekit dan nglarani uwong liyo.

Emang sih kehidupan ini memang sudah melelahkan terkadang. Sampek dipuncak ubun-ubung dan mledhos. Itu masih aku dituntut untuk membahagiakan orang-orang dsekitarku. Aku jadi merasa buruk, karena aku tak mampu menyenangkan orang lain. Wong liyo seneng tapi aku sendiri memble. Tapi nek ora menyenangkan aku dicap egois, dan nggak punya perasaan. Tiap kali aku dituntut begitu, aku nyalahin diri sendiri, emosi nggak terkendali dan jadi tempramental.

Sik, sebelum ngatain orang tempramental, wong-wong sik mbok lok-ne tempramen juga gak suka jadi tempramen. Menurutku, orang yang punya sifat tempramen itu aseline gak jahat. Tapi keadaan lingkungan yang menekan dia jadi tempramental. Kalo kalian pernah denger sumanto yang hobi ndilat mripate wong mati, dan juga hobi masak-masak daging manusia, kedengaran nggilani, ra toto, dan gak manusiawi. Tapi pernahkah kita memahami benar-benar apa yang menyebabkan sumanto jadi punya hobi mangan mayit.

Ada sumber yang menyatakan bahwa sumanto sewaktu kecil hidupnya susah, sampek-sampek gak iso mangan. Saking ngelihe dia nemu bathang dan dimakan, dari situ trus ndukiri mayit. Jadi terbiasa.

Gak usah kemethak merasa bahwa Sumanto nggak disekolahin atau nggak diajari agama sama orangtua. Lha wong mangan wae susah, mosok arep sekolah rek. Bener guyone Pak Basiyo dalam lakon Maling Kontrang Kantring, wong ki nek mangan wareg, sandhangane wulet, ngomong yo gilang gemilang.

Memang yo aku sebenarnya nggak seneng jadi tempramental, emange sopo sik seneng dadi ngunu rek? Bakalan nggak ada yang seneng, tapi terkadang menjadi tempramen harus kulakukan karena yo memang atiku kepekso, aku tertekan. Dan aku ra koyok wong liyo sik iso adhem ayem negosiasi ben semuanya iso bekerja sama. Aku memang tempramen karena sering dipaksa harus mau bekerja sama tanpa ono faedah dan manfaate nggo aku, dan biasanya hanya menguntungkan sak uwong thok, yo emoh rek! Lha wajar kan nek aku ngelawan.

Tapi pada akhirnya aku gak sengaja membaca sebuah kalimat yang bikin aku tenang. Kalimat itu “Brutal Truth Of Life”. Kebenaran yang nggak dibahas karena kebenaran itu sangat menyakitkan. Salah satunya adalah, bahwa kita sebenarnya tidak akan pernah bisa membuat semua orang selalu bahagia, dan kadang kita tidak bisa selalu menjadi selera mereka. Orang-orang menyukai kita karena kita sesuai dengan kebutuhannya. Kalau kita nggak sesuai dengan kebutuhannya, kita ditekan, sampai sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Kita dibikin merasa bersalah, mungkin dengan kata-kata sombong, keras kepala, ngeyelan, tempramen, dan lainnya. Aku jadi merasa bersalah dan jahat. Tapi itulah yang diharapkan orang. Supaya aku merasa bersalah.

Tapi namanya nasehat, mbok ya didengarkan…

Sementara aku masih bisa menilai apakah saran, saran atau nasehat itu bisa berlaku dan sesuai denganku apa enggak. Buatku nggak semua nasehat itu baik. Ada kok orang yang suka ngasih nasehat itu nggak benar-benar ngasih nasehat, biar keliatan bijak aja. Kan taeeeek namanaya kalo begitu!

Jadi aku nggak jahat, cuma aku nggak bisa menyenangkan orang lain. Aku bisanya menyenangkan diri sendiri.

Nek Koe Mumet Rek!

Jujur aja, aku dah lama nggak nulis. Kadang bingung mau ngawalinnya gimana. Sementara didada udah kayak mau dibakar. Ha jancuk!

Yayaya, oke deh.

Gini, sebenarnya aku lagi ngerasa ketakutan dengan kehidupanku. Merasa hidup yang segini-gini aja. Ngeliat postingan yang memprovokasi pikiranku, bahwa waktu itu secepat kilat hilang, jadi gunakan waktu sebaik mungkin. Sementara disisi lain, jangan memaksakan diri. Saatny aistirahat-ya istirahat.

Jujur aja, aku bingung.

Akhir-akhir ini aku memaksa diri sampek rasanya hilang jati diriku. Sampek aku ngerasa sensitif sama semua orang. Tapi kalo aku mesti beristirahat, waktu akan cepat habis.

Apa yang akan kamu lakukan jika jadi aku ?

A. Istirahat

B. Tetap bekerja dengan memotivasi diri

C. Piknik

D. Berenang

Yah, tapi akhirnya aku tetap memilih yang nggak ada disana. Gue milih masak, dna bikin mood makanku bertambah.

Sesekali dadaku in berdesir ketika mengingat ketakutan-ketakutanku. Tapi ini hidup. Dan tiap pilihan bakal menarik kisah yang akan terjadi selanjutnya. Dadi yo mumet reeeeek!

Tapi wes gak opo. Dinikmati wae lah. Angger ijek ambegan, ijek ido mlaku sehat sambi mbakso neng pinggir embong.

Tapi ngomong ki gampang. Sik angel ki sk ngrungokne. Mergo sik ngrungokne pengen mbakso nggak duwe duit. Yo ngunu kuilah urip.

Asuik! Aku mumet.

Nulis nganti ra jelas ngeneee…. hahahaha

Wellcome

Jadi begini, ini yang kesekian kalinya say bikin blog. Yang setahun dulu saya hapus karena nggak sesuai dengan gambaran saya. Maunya psoting seminggu dua sampe tiga kali, tapi kenyatannya pol mentok cuma seminggu sekali. Kenyataan memang selalu pahit.

Sebagai catatan ataupun posting pembuka, diharapkan postingan ini nggak terlalu jelek-jelek amat buat dibaca. Hallaaah,nggaaya tenan ik, kaya tulisane apik-apiko. Wong ya saya nggak pinter nulis, cuma ya seneng posting aja, biar bisa nggaya kayak yang laen. Sejak pilpres 2014 itu kan banyak orang seneng nulis yang aneh-aneh, norak, kadang penuh kebencian, debat gak uwis-uwis, merasa paling bener dewean. Sedangkan saya begitu malas nulis begituan. Mendingan nulis yang asik-asik aja. Tentang diri sendiri, sudah cukup.

Yo weslah ngunu ae.

WordPress.com.

Up ↑

Create your website at WordPress.com
Get started